ArcView 3.x - Subset Menggunakan Image Analyst

Berikut adalah langkah-langkah Subset Menggunakan Image Analyst yang dilakukan pada ArcView 3.x menggunakan ekstensi Image Analyst

Read the rest of this entry »

Video Tutorial - Request String Table

Berikut adalah tuntunan (dalam format video) untuk penggunaan Request String Table pada ArcView 3.x

Read the rest of this entry »

Terminologi ArcView 3.x dan ArcGIS 9.x

Tabel di bawah ini membandingkan terminologi yang digunakan pada ArcView 3.x dan ArcGIS 9.x.

Read the rest of this entry »

ArcMAP : Burning *.mxd beserta datanya pada CD atau DVD

Pada topik yang lalu saya pernah menulis tentang project ArcView 3.x yaitu *.apr yang bisa dibakar ke cd berikut datanya (klik disini) maka kali ini saya akan membahas hal serupa namun pada ArcGIS.

Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Buka project ArcMAP

2. Pastikan bahwa theme/layer yang ada di Table of Content terdapat dalam direktori yang sama (berikut juga file *.mxd). Sub direktori juga diperkenankan

3. Dari Menu File –> Map Properties –> Data Source Options –> kemudian cek “Store Relative Path Names ” *

* Note : pathnames dalam CD nantinya harus sama dengan struktur data dalam komputer anda. Drive tidak menjadi masalah

4. Pada layout pastikan seluruh insert gambar terdapat dalam map file (klik kanan pada gambar dan pastikan untuk cek pada “Save Picture as Part of Document” dibawah tab Picture)

5. Kemudian klik File –> Page & Print Setup, pada dialog box ini lepaskan cek pada “Use Printer Paper Settings” dan “Scale Map Elements Proportionally to Changes in Page Size”

6. Save dan Tutup project

7. Burn ke CD atau DVD direktori project anda

8. Anda bisa mengetesnya pada komputer lain

Informasi mengenai topik ini terdapat dalam ArcGIS Desktop Help –> Contents tab –> ArcMap/Creating maps/Referencing data in a map

Shapefile Error : number of shape does not match number of table records

Mungkin anda pernah mengalami hal seperti judul diatas. Sebuah jendela peringatan tiba-tiba muncul ketika anda kembali ke document view setelah melakukan editing pada attributnya. Atau anda mendapatkan shapefile tersebut setelah anda membukanya melalui software lain, misalnya ArcGIS.Kadang-kadang sebuah shapefile tidak tampak ada masalah ketika dibuka dan diedit pada ArcMap namun ketika dibuka pada ArcView 3.x muncul pesan error tersebut.Untuk mengatasi error tersebut coba ikuti langkah berikut ini :

Read the rest of this entry »

Pelatihan SIG untuk Pengelolaan Kawasan Pesisir

Pusat Penelitian Geografi Terapan Universitas Indonesia akan mengadakan pelatihan SIG untuk Pengelolaan Kawasan Pesisir untuk umum pada 27 Agustus - 31 Agustus 2007 (Tingkat Dasar) dan 3 - 7 September 2007 (Tingkat Lanjutan).

Read the rest of this entry »

gis self learning tool - online

Department of Geomatics The University of Melbourne menyediakan tool untuk belajar GIS secara online. Alamat websitenya

Read the rest of this entry »

Operasi Dissolve Tanpa Extension Geoprocessing

Anda tentu mengenal operasi DISSOLVE pada extension GeoProcessing sebagai bagian dari analisis spatial. Operasi DISSOLVE ini berfungsi untuk meng-agegrasikan feature yang memiliki kesamaan nilai pada attributnya. Nilai tersebut merupakan pilihan spesifik user yang dipilih sesuai kebutuhan.

Jika Anda menggunakan penuntun pada GeoProcessing untuk melakukan operasi DISSOLVE, maka Anda akan disediakan listbox untuk memilih theme/feature serta kolom/field yang akan di dissolve sebagai nilai spesifik, serta dimana Anda akan menyimpan file tersebut. Selanjutnya akan ditanyakan kolom tambahan (additional field) yang ingin dimunculkan pada output theme/feature hasil dissolve tersebut. ArcView akan memproses input yang Anda masukkan hingga menghasilkan sebuah output theme/feature baru yang merupakan aggregat dari theme inputnya sesuai dengan kolom/field pilihan Anda plus sebuah field ”COUNT” yang menginformasikan bahwa 1 record pada theme output tersebut merupakan hasil aggregat sejumlah record pada theme inputnya yang memiliki nilai spesifik yang sama. Sampai disini proses operasi DISSOLVE selesai.

 

Jika diperhatikan pada output theme tersebut terutama pada attributnya, maka operasi yang dihasilkan DISSOLVE tersebut sama dengan operasi SUMMARIZE pada document tabel. Bedanya hanya terdapat pada kolom Shape.

Nah, kali ini akan ditunjukkan melakukan operasi DISSOLVE namun menggunakan tool SUMMARIZE pada document tabel dimana kita akan menghasilkan attribut yang sama dengan dissolve dan theme yang sama pula!

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Buka attribut dari theme yang ingin di dissolve

2. Pilih kolom yang spesifik sebagai acuan dissolve

3. Klik button SUMMARIZE

4. Pada listbox Field arahkan pada pilihan Shape

5. Pada lisbox Summarized by arahkan pada Merge kemudian klik button Add

6. Sebagai optional Anda bisa tambahkan misalnya kolom summary dari field Area (lihat gambar)

7. Klik button Save As untuk menyimpan outputnya

8. Klik OK

summary.gif

Request String Pada Document Table

Seluruh tips yang tersedia disini hanya berlaku untuk field/kolom dengan tipe String.

Tool yang digunakan adalah Field Calculator

calculator.gif

contoh syntak yang harus

diketik pada box isian di Field Calculator

 

Þ Menyisipkan karakter di depan string

“aa” ++ [kolom] tanda ++ akan menghasilkan spasi sedangkan + tanpa spasi

Þ Menyisipkan karakter di belakang sting

[kolom] + “bb” tanda ++ akan menghasilkan spasi sedangkan + tanpa spasi

Þ Mengganti seluruh string menjadi huruf besar (uppercase)

[kolom].UCase perhatikan titik setelah nama kolom

Þ Mengganti seluruh string menjadi huruf kecil (lowercase)

[kolom].LCase perhatikan titik setelah nama kolom

Þ Mengambil sebagian karakter dari string di depannya

[kolom].Left (3) tiga huruf terdepan dari string akan terambil, sisanya hilang

Þ Mengambil sebagian karakter dari string di belakangnya

[kolom].Right (3) tiga huruf paling belakang dari string akan terambil, sisanya hilang

Þ Mengganti seluruh karakter dari string yang ada

[kolom].Substitute( “string lama”, “string baru” ) perhatikan tanda quote

Þ Mengganti sebagian karakter dari string yang ada

[kolom].Translate(“a” , “e”) seluruh string yang memiliki karakter a akan berubah menjadi e

Þ Menambahkan karakter dari kolom lain di dalam string yang ada

[kolom1] ++ [kolom2] tanda ++ akan menghasilkan spasi sedangkan + tanpa spasi

Þ Menambahkan karakter dari kolom lain di dalam string yang ada sekaligus menyisipkan karakter baru di dalamnya

[kolom1] ++ “baru” ++ [kolom2] menghasilkan sisipan kata baru diantara dua kolom yang ditambahkan (digabung). tanda ++ akan menghasilkan spasi sedangkan + tanpa spasi

SELAMAT MENCOBA

*.apr Yang Bermasalah

PUNYA KASUS SEPERTI INI?

aprsalah

Anda tentu mengenal Arcview Project (*.apr). Kasus diatas biasanya muncul saat kita memindahkan project kita ke komputer lain.Masalah diatas seringkali terjadi bila kita tidak memahami metadata dari project yang sedang kita buat atau metadata project tersebut amburadul!! Bagaimana tidak amburadul project tersebut jika source shapefile ada di beragam folder yang terpisah (keluar dari system tree folder utamanya) bahkan berbeda drive penyimpanannya!! Anda yang sering menyimpan lagu favorit di Winamp pasti mengenal Winamp Playlist. Nah, cara kerja *.apr bisa kita samakan dengan Winamp Playlist tersebut. Coba pindahkan salah satu lagu favorit tersebut ke folder yang berbeda dengan folder source-nya saat menyimpannya dalam Winamp Playlist. Sekarang coba mainkan Playlist favorit tersebut, walaupun terdapat dalam list lagu favorit pada Winamp Player, namun lagu yang telah dipindahkan tidak bisa dimainkan bukan?

Kembali Ke L…… Kasus diatas. Ada 2 solusi yang akan ditunjukkan dengan contoh 2 kasus yang sering terjadi.

KASUS 1. Anda ingin memindahkan Project ke folder/drive yang berbeda dengan source projectnya.

Contoh kasus seperti gambar berikut, dimana manajemen system tree folder sudah baik disimpan dalam drive D:\Gis_samosir\… Sementara anda ingin memindahkannya ke folder/drive sesuka Anda, dengan kata lain, anda ingin membuka project Anda “di mana saja” !! (dengan catatan komputer tujuan memiliki program ArcView sesuai dengan ekstensi yang dibutuhkan
Solusi 1 . Anda bisa gunakan apr_tool, sebuah aplikasi kecil yang sangat bagus untuk mengganti path sehingga project Anda bisa dibuka sesuai dengan folder/drive yang diinginkan.
Kelemahan : Jika ingin mengubah folder/drive lagi, Anda kembali harus melakukan penggantian path
Namun ada Solusi yang lebih mudah untuk kasus 1 diatas. Aplikasi yang kita butuhkan adalah notepad (recommended) atau wordpad atau pengolah text lainnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

STEP 1 : Buka *.apr dengan Notepad

STEP 2 : Dari Notepad yang telah terbuka Pilih menu Edit —> Replace

STEP 3 : Pada jendela Replace yang terbuka, isikan pada kolom

Find What : “d:/

Replace With : “

Kemudian klik Replace All

Maka source project Anda akan menjadi “Gis_Samosir/…/…” dari sebelumnya “d:/Gis_Samosir/…/…”

Sekarang Anda bisa membuka project dari drive manapun didalam subfolder manapun bahkan dari CD sekalipun tanpa harus mengulang-ulang proses diatas!!

Mudah sekali, Bukan ??!

KASUS 2 : Contoh kasus 1 diatas akan menjadi sulit diimplementasikan jika manajemen system tree folder project yang Anda buat benar-benar AMBURADUL!! Misalnya folder project Anda di D:/Gis_samosir/…/… tapi anda juga menggunakan shapefile atau file image lainnya pada folder/ drive yang berbeda. Bahkan Anda sendiri tidak tahu dimana menyimpan source file ketika ArcView menanyakan “where is …\temp…\…\administrasi.shp”?? ABCD (Aduh Bo…) Sementara Anda ingin membuka project tersebut di komputer lain atau autorun dari CD!

SOLUSI 2 : Untuk solusi tersebut, kita akan gunakan sebuah aplikasi kecil dengan nama ZIPAPR.EXE. Aplikasi ini bekerja pada Command Prompt (DOS) dan hasilnya berupa file kompresi dengan ekstensi *.ZIP.

Anda bisa download disini.

STEP 1: Copy file ZIPAPR.EXE ke folder yang sama dengan file *.APR yang ingin Anda buat kompresinya

Misalnya file project terdapat di d:/Gis_Samosir/MyProject.Apr maka tempatkan file ZIPAPR.EXE pada folder yang sama sehingga path-nya adalah D:/Gis_Samosir/ZIPAPR.EXE .
STEP 2: Buka Command Prompt, kemudian ubah directory-nya menjadi D:\ Gis_Samosir>

STEP 3 : pada prompt tersebut ketikkan ZIPAPR –c MyProjet.apr kemudian tekan ENTER

(Sebelumnya Anda bisa ketikkan ZIPAPR lalu tekan ENTER untuk mengetahui command lengkap dari aplikasi ini)

Aplikasi akan menghasilkan file apr.zip pada folder D:/Gis_Samosir/. Copy file tersebut dan ekstrak dimana saja Anda inginkan!!

zipapr.gif